DI KEHIDUPAN KEDUA, SEMOGA KITA TAK TERLALU KERAS KEPALA





Hai, playmates..

Okay mates, let's talk about one of the coolest tracks dari .Feast, a band yang udah dikenal karena lirik lagu yang mereka buat selalu tajam dan berani.

Beberapa waktu lalu, mereka ngerilis album berjudul "Membangun & Menghancurkan" rilisnya sekitar akhir agustus 2024. Album ini bisa dibilang rebirth-nya .Feast, di mana mereka mulai shifting dari bahas isu sosial yang gede banget jadi ke hal-hal yang lebih personal, lebih mikro.

Nah, dari semua lagi di album ini, "Tarot" langsung jadi favoritku.
Bukan cuma karena musiknya easy listening tapi juga pesan dari lagu ini dalem banget, daaan kebetulan lagi relate sama aku pada saat itu wkwkwk yaa lagu ini so far nemenin aku waktu lagi bingung mau lanjut apa berhenti.

Lagu ini ditulis Baskara Putra, vokalis yang juga dikenal lewat proyek solonya Hindia. Katanya, Tarot adalah bentuk refleksi pribadi soal hubungan dan karma, tentang bagaimana setiap orang punya “peran” dan “pelajaran” dalam hidup orang lain. 

Menurut wawancara, band ini bilang kalau mereka lama banget ada di industri musik, dan merasa wajah lama mereka "sudah mati" dan perlu dirombak lewat album ini.

Lagu "Tarot" hadir jadi bagian dari album ini, yang menyorot tema loyalitas, rasa terjebak, dan pilihan untuk bertahan disaat rasionalitas bilang "udah cukup"

Judul "Tarot" sendiri diambil dari katu ramalan yang melambangkan perjalanan spiritual manusia, dari kebodohan, kesalahan, pencarian makna, sampai pencerahan.
Setiap kartu di tarot punya makna, dan di lagu ini Baskara kayak lagi narik kartu di hidupnya.

Dia bilang di beberapa wawancara, Tarot adalah lagu tentang "hubungan yang sudah selesai, tapi pelajarannya masih tertinggal."

"Namun aku bingung kenapa ku tak pergi
Aku bingung kalian masih di sini
Apa mungkin karena terlalu lama
Apa benar tuk berbagi derita"


Bait ini tuh kayak manifestasi dari hubungan yang terlalu panjang, entah itu hubungan antar manusia, atau pertemanan.

Ada rasa capek, tapi juga ada keengganan buat ninggalin.

Kayak.... lu sadar ini udah gak sehat, tapi ada rasa keterikatan yang aneh antara sayang atau kebiasaan. Kalimat "Apa benar tuk berbagi derita" itu lucu sih, karena kaya sindiran aja gitu kayak "Kita bareng-bareng buat saling nyakitin nih?"

"Mungkin nanti semua justru memburuk
Hati-hati namun terjatuh lagi
Tapi luka adalah niscaya
Kutanggung denganmu selama ku mampu
Selama ku mampu"

Ada kesadaran yang muncul, kalo luka tuh gak bisa dihindari.

Lirik "Hati-hati namun terjatuh lagi" KAYAK PARADOX YANG REALISTIS BANGET?!! AAAAAA seberapa hati-hati pun lu jalan, kalau emang waktunya jatuh, ya jatuh aja.

Tapi bait ini ditutup dengan "Tapi luka adalah niscaya, kutanggung denganmu, selama ku mampu"

Bukan janji selamanya, tapi selama aku bisa, aku maju.

"Di kehidupan kedua (di kesempatan kedua)
S'moga kau tak terlalu keras kepala
Atau mungkin ini bukan yang pertama (ini bukan yang pertama)
Dan kita diberi kesempatan berubah
Kuyakin nyawa kita bertautan
Khatam berbagai cobaan
Selalu menertawakan ramalan bintang kartu tarot
Orang pintar pembaca nasib"

BAYANGIN UDAH NGELEWATIN HUBUNGAN GA SEHAT TAPI MASIH BISA BILANG "DI KEHIDUPAN KEDUA..."

Secara literal, kayak reinkarnasi? wkwkkw atau kesempatan baru setelah semua hancur, tapi secara emosional, ini juga bisa tentang second chance, buat hubungan, atau pertemanan. Ada sedikit harapan di tengah luka : " Semoga kali ini kita gak sekeras dulu, semoga udah belajar dari yang kemarin"

Dan yang keren, Tarot di sini bukan cuma soal ramalan, tapi simbol refleksi, gimana kita belajar baca ulang hidup, bukan nasib.

Mungkin di kehidupan kedua, entah nanti, atau versi lu yang baru,
semoga kita semua gak terlalu keras kepala juga.


See you on the next drop, playmates...

Comments

Post a Comment