CERITA KENALAN PERTAMAKU SAMA PERUNGGU 🥉

 


Hai playmates… 🎧
Jadi ceritanya, beberapa waktu lalu aku lagi nyalain playlist random buat nemenin ngerjain tugas. Terus tiba-tiba muncul satu lagu yang bikin aku berhenti ngetik dan cuma bisa bengong sambil mikir, “Eh… ini siapa? Kok enak banget?”
Turns out, itu lagu dari sebuah band bernama Perunggu.

Lucunya, Perunggu bukan band yang lahir dari rencana besar atau cita-cita megah.
Mereka muncul dari sesuatu yang lebih sederhana: lelah pulang kerja tapi butuh tempat numpahin isi kepala.

Tahun 2019, tiga orang : Maul Ibrahim, Adam Adenan, dan Ildo Hasman mulai ngeband cuma buat hiburan setelah jam kantor. Ngumpul habis maghrib, colok-colok gitar, dan pelan-pelan apa yang awalnya cuma iseng berubah jadi karya.
Kayak kamu curhat rutin tiap malam, eh tau-tau jadi buku.

Dan gak heran musik Perunggu punya vibe yang very human.
Kadang bahagia, kadang pedas, kadang cuma menghela napas panjang.

Musik mereka gak meledak-ledak, tapi punya energi yang stabil, yang bikin kamu merasa
“oke, hidup berisik, tapi gak apa-apa… kita pelan-pelan aja.”

Waktu pertama kali denger Perunggu, aku gak langsung ngeh itu Perunggu.
Yang aku inget cuma:
"Kenapa lagu ini relate bgt?"

Dan dari situ, aku mulai scroll lagu-lagu mereka.
Dan makin lama, makin berasa kalau Perunggu punya skill nulis lirik yang sederhana tapi nusuk kayak mereka nyebut hal yang kamu pikirkan tapi gak pernah bisa kamu rangkai jadi kata-kata.

Fun Fact Singkat Tapi Lucu

  • Single “Berhasil” (Feb 2025) direkam cuma di rumah Maul, literally cuma satu mic dan satu ruangan.
  • Albumnya “Dalam Dinamika” (2025) diracik bareng Petra Sihombing & Enrico Octaviano, tapi tetap mempertahankan karakter “rumah”-nya.
  • Nama Perunggu dipilih karena mereka gak mau pressure jadi “emas”. Mereka cuma mau jujur sama karya, bukan kejar podium.

Musik Perunggu sering disebut “rock pulang kantor” karena liriknya menggambarkan kehidupan kerja, lelah, dan kerinduan.
Di album Memorandum (debut), mereka menyuarakan keresahan generasi pekerja muda lewat lagu-lagu yang reflektif dan kadang melankolis.
Di album kedua Dalam Dinamika, mereka menunjukkan “rollercoaster emosi”: ada bagian eksploratif, agresif, sedih, tapi juga optimistis.

🎵 Lagu-Lagu Perunggu yang Harus Kamu Coba (Versiku)

1.      “33x”

2.      “Kalibata,2012”

3.      “Berhasil”

4.      “Biang Lara”

5.      “Tapi”

Lagu-lagu mereka bisa jadi semacam catatan harian musikal: tentang kerja, cinta, perjuangan, dan perubahan.
Mereka ngajarin bahwa musik itu bisa jadi ruang pelampiasan sekaligus tempat refleksi diri.

See you on the next drop, playmates… 🎶

 

Comments